An evening to remember with Roger
9 Februari 2007 , The Dark Side of the Moon Concert
Setelah membeli tiket satu bulan sebelumnya dan berusaha mendapatkan kursi sedepan mungkin yang saya bisa, akhirnya datanglah hari yang saya tunggu - tunggu.
Setelah selama ini sejak kecil telinga saya sudah dijejali musik aliran progressive rock, yang tadinya menurut saya aneh tapi lama - lama menjadi "a very good music to my ears" dan akhirnya saya tumbuh dengan musik tersebut, menonton Pink Floyd atau Genesis lewat laser disc atau dvd menjadi kegiatan yang jarang terlewatkan minimal seminggu sekali.
Dan setelah jauh dari rumah, jenis musik inilah yang selalu menemani saya dikala dalam perjuangan menyelesaikan essay - essay dan writing project yang menumpuk. Entah kenapa, lagu - lagu Pink Floyd memberikan semangat sendiri buat segera menyelesaikan project - project saya.
Sampai datanglah 9 Februari 2007,
Saya beruntung karena Members Equity Stadium, letaknya persis di depan apartemen, yang cuma makan waktu 3 menit jalan kaki. Biarpun di ticket tertulis artist on stage at 7.45 pm prompt and no supporting acts, tapi saking semangat nya saya sudah pergi sejak jam 6.30 pm.
Sesampainya disana, saya cukup kaget karena sudah cukup banyak penonton yang datang dan antusias, dan saya dan adik saya, adalah satu - satunya orang Asia, sisanya, totally Aussies.
Letak tempat duduk kami cukup strategis karena jaraknya tidak terlalu jauh dari stage, meski juga nggak terlalu dekat, habis mau bagaimana lagi, itu adalah satu - satu nya Gold seats yang bisa saya dapat.
Stage dibuat cukup besar, dengan satu big screen di tengahnya dan 2 another big screens di samping kiri kanan stage.
Sepanjang menunggu, saya cukup deg - deg an dan kuatir karena pengetahuan saya tentang musik - musik Pink Floyd hanyalah cukupan, tidak terlau mendalam, nggak seperti papa atau bahkan om saya yang sangat menggilai group ini.
Yang kedua, setelah bertahun - tahun cuma melihat dan mendengar performance mereka dari laser disc dan dvd, akhirnya saya punya kesempatan buat melihat langsung performance Roger Waters, secara langsung, I mean, man, this gotta be rocks and this is what I called a musician!
And now, here I am, sitting and waiting for Roger Waters, the genius creative of Pink Floyd.
Ternyata pertunjukan nggak mulai jam 7.45 seperti ditulis di tiket, oh well, kayaknya mereka mau nunggu supaya agak sedikit gelap.
Band mulai memasuki panggung pada jam 8.30 pm, dan Roger (dengan kostum seperti biasa, hitam hitam) langsung membawakan In the Flesh sementara penonton memberikan tepukan sambil berdiri selama 5 menit pertama.
Rasa deg-degan saya pelan-pelan mulai hilang digantikan dengan rasa senang dan gembira karena lagu ini sangat familiar di telinga saya dan Oh my Goodness, they played it perfectly!
Lagu kedua adalah Mother yang juga dibawakan dengan "Magnificent" oleh Roger dan penyanyi latar yang punya suara "minta ampun", kalau nggak salah, P. Arnold namanya. Dan saya pun mulai ikut nyanyi…
Hush, my baby baby don’t you cry,
Mommas gonna make all of your night mares come true
Mommas gonna put all her fears into you
Oh My Goodness, tiba-tiba saya merasakan aliran darah saya naik karena sangking gembira dan rasanya dada saya nggak berhenti berdetak keras..Man, I admire this song.
Dan kegembiraan saya nggak berhenti di situ, lagu ketiga adalah Set the controls for the Heart of the Sun. Saya ingat pertama kali saya melihat video clip Pink Floyd untuk lagu ini, mungkin waktu itu masih tahun 68an, mereka masih muda banget dan look cute. Dan saya ingat betul, saya langsung jatuh hati pada lagu ini karena irama dan musik nya yang membuat merinding…Damn, How come they can came up with such a great ideas to create such a thrilling music like this!! Kenapa saya belum menemukan group band jaman sekarang yang bisa se - creative group ini…dan lagi-lagi, saya ikut menyanyi,
Little by little the night turns around,
Counting the leaves which trembles at dawn
Set the controls for the heart of the sun
Witness the man who raves at the wall.
Dan permainan saxophone di lagu ini juga sangat pas sekali.
Ditambah stage effect yang juga bagus dan sound system yang perfect.
Lagu selanjutnya yang kembali membuat saya bergetar adalah Shine on you crazy diamond. Lama-lama sepertinya saya kehabisan kata-kata buat menggambarkan kekaguman saya pada kreativitas musisi jaman dulu yang bisa membuat musik seindah ini biarpun sampai sekarang, saya belum pernah ketemu orang seumur saya yang suka dengan musik jenis seperti ini, jangankan suka, tau pun nggak. Tapi sayangnya saya juga nggak lahir di era keemasan dan kejayaan musik-musik macam ini jadi saya kurang bisa merasakan spirit seperti yang dimiliki papa dan om saya.
Anyway, harapan saya sebelum datang ke konser ini akhirnya terpenuhi. Roger membawakan lagu kesayangan saya, "Wish You Were Here" yang rupanya juga menjadi lagu kesukaan sebagian besar penonton lainnya yang sangat antusias menyanyikan lagu ini bersama-sama,
So so you think you can tell heaven from hell
Blue skies from pain
Can you tell a green field from a cold stell rail?
A smile from veil?
Do you think you can tell…
I really really love this song so very much.. I listen to this song when I feel happy, blue, even when I’m angry, all the time, and never ever once I get bored of this song.
And I thank him for singing this song live right in front of me.
Ini bener-bener experience yang nggak akan saya lupa seumur hidup saya.
Yes everybody, the real Roger Waters, one of my favourite musicians, singing my most favourite song of all time in live.
Lagu-lagu berikutnya ternyata juga cukup familiar di telinga saya, seperti Southampton Dock, The Fletcher Memorial Home, dan juga solo dari Roger Waters, Living Beirut, well, apparently, I’m not that bad, anyway, setelah sebelumnya cukup ngak PD juga, apa saya bisa tahu semua lagu-lagunya.
Dan inilah yang paling mengesankan (lagi), Perfect Sense I&II, lagu yang sangat digemari papa saya dan saya, of course, it’s so unique.
Oh My God (yes, again), this is a magnificent song.
Dan dibawakan dengan sangat bagus sekali dengan stage effect yang mendukung, dan band yang sangat sempurna. Seandainya papa mau mendengarkan kata saya untuk datang kesini dan melihat pertunjukan ini, dia pasti senang dan nggak menyesal sama sekali.
Can’t you see
It all makes perfect sense
Expressed in dollars and cents
Pounds, shilling, and pence
Can’t you see
It all makes perfect sense
Well, for me, this piece of magnificent art work is out of sense.
They are such geniuses.
Menggebrak!!! Gubrak!!!
Setelah lagu ini, Roger meminta break selama 20 menit sebelum masuk ke part II dari konser ini, which is the songs from The Dark of the Moon, dan penonton memanfaatkan kesempatan ini untuk ke toilet atau ke food stall, but not me, I was just sit there, I won’t miss a thing.
Lagu pertama dari The Dark Side of the Moon adalah Any Color You Like, yang lag-lagi, suara penyanyi latar yang bener-bener mengagumkan.
Saya agak lost di lagu kedua, tapi sepertinya, kalau nggak salah, itu adalah Eclipse. Lagu berikutnya adalah Money, yang kembali bisa saya nyanyikan. Saya sudah merasakan leher yang mulai sakit karena sepanjang konser saya sibuk menyanyi dan berteriak.
Part kedua ditutup dengan lagu The Dark Side of the Moon.
Setelah part ini, Roger memperkenalkan seluruh crew band panggung, dan meninggalkan stage setelah mengucapkan good night.
Penonton sambil tetap memberikan standing ovation seperti nggak percaya kalau the show is over. I think it was only a bit drama
And I was right, they were back, dan mulai membawakan the last part, encore yang dimulai dengan the Pink Floyd’s anthem, and of course, another most favourite song of mine, Another Brick in the Wall, part I&II, dan semua penonton tetap berdiri dan bernyanyi sama-sama, it was really happy to see a lot of people singing and admiring the same musician like I do.
"We don’t need no education, we don’t need no thought control
No dark sarcasm in the classroom, teacher leaves them kids alone
Hey! teachers leave the kids alone
All in all it’s just another brick in the wall
All in all you’re just another brick in the wall.
Lagu kedua adalah Vera nonstop disambung dengan Bring the Boys Back Home, sementara crowd tetap bertepuk tangan dan berteriak dan ikut menyanyi dengan antusias. Sementara saya sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kegembiraan yang meluap-luap, this is the day I’ve been waiting for and it turns out to be so very damn amazing!! I don’t care if I lose my voice the next day.
Lagu terakhir adalah Comfortably Numb (another one of my favourite songs, man isn’t it just my lucky day!!) , dan lagi-lagi crowd, termasuk saya, tentunya nggak mau ketinggalan, ikut menyanyi di bagian refrain,
There is no pain, you are receding
A distant ship smoke on the horizon
Your lips move but I can not hear what you’re sayin
When I was a child, I had a fever
My hands felt just like two baloons
Now I got that feeling once again
I can’t explain, you would not understand
This is not how I am
I have become comfortably numb
Sayangnya ini lagu terakhir dari concert ini, saya duduk lemas karena sedikit capek dengan perasan gembira yang meluap-luap dan leher yang sudah totally sakit. Tetapi saya bener-bener puas, seandainya bisa diulang atau diperpanjang jadi 5 jam, dijamin saya pasti betah.
I go home with all the songs stick on my head, dan rasanya ga sabar untuk cepat-cepat menceritakan pengalaman ini kepada papa.
Beh, envy ga? haha
My friend said, "Girl, you are living in the past, they’re just an old school band and they’re old."
"Well, I’m not living in the past, I just happen to love something that I called a genius art piece of musics and I never come across musicians from the present who can come up with such a creations like the way they did. And these are musics to my ears."
It was one hell of a concert and an evening to remember for the rest of my life.
So you think you can tell heaven from hell?
-valentina romauli-
February 10th, 2007 at 3:18 am
Allennn …!!!! Aduuuhhhhhh …. tega2nya ya kamu menghina Om mu yang gak bisa nonton ya! Awas lo! Kalo balik ke jakarta kamu dan Dik Teo bakalan om Toty juthak! (tahu gak? ini maksudnya didiemin!). Apa pasal? Penghinaan! Karena selama menonton konser kamu ngirimin SMS penghinaan karena Om Toty ndak nonton! Kuwalat ya kamu! Mosok wong tuwek kok diledek! Gimana sih???
Kuak kak kak ka kak kak kak kak ak kak kak kak …..
BTW, ulasannya top markotop allen! Gile … gak kebayang deh nonton “langsung” konser mbah Roger! Meski lagu DOGS ndak dibawain, tapi ada SOuthampton Dock wuiiihhh … nggeblakkkk!!!!
Om Toty baca ulasanmu sambil “mbrebes mili” nih ndak kebayang kalo liat sendiri … uhuk uhuk uhuk ….
Nasib ….
Salam,
Om Toty
February 10th, 2007 at 3:20 am
Oh ya, Om Toty udah link ini ulasan di BLOG nya Om Toty ya…
Keep on proggin’ …!!!
Prog will move in the right direction … forever!!
Bravo Prog!!!
Salam,
Om Toty
February 10th, 2007 at 9:44 am
Nice review!!
Saya dapat link ini dari Om Toty-mu (hehehe..baru tahu nih kalo Om G punya nickname).
Saya juga akan nonton Roger Waters bulan Mei nanti di Belanda.
Keep progging, dan sering2lah menonton live concert mumpung ada kesempatan.
Salam kenal,
Irwan
——
http://irwansampurna.blogspot.com
November 18th, 2008 at 6:39 pm
This is the only site that will pay you out daily.. So make 50 bucks your first night and you get paid it that night! Check em out its so easy to do you won’t believe you are getting paid to do it.. Oh ya and its completely free.
http://classofcashtbwqkv.blogspot.com
November 26th, 2008 at 5:20 pm
hey!
xxoxo
I made on photoshop animated myspace pics.
have a look at them:
http://tinyurl.com/644y75
Thank you for your website
November 26th, 2008 at 10:38 pm
hi there!
xxoxo
I made on photoshop anime myspace pictures.
take a look at them:
http://tinyurl.com/5vbof5
Thank you for your website
December 27th, 2008 at 8:53 pm
hello! I like your website
If you are looking for Paid Surveys this is the place for you.
Start advancing your paychecks at http://tinyurl.com/8rwdd3